Single Touring; Malang-Jember via JLS Lumajang

Bersama seorang kawan dari kediri, sepakat untuk touring jarak dekat Malang - Jember via lumajang, akhir pekan kemarin. Namun karena sesuatu hal, kawan tersebut terpaksa tidak bisa ikut. Nah daripada kecewa tidak jadi, dengan tekad bulat touring saya lakukan sendirian. Single touring tentu ada resikonya, karena tidak ada patner yang bisa diajak sharing jika terjadi sesuatu selama perjalanan. Tetapi disisi lain, bisa lebih leluasa menentukan ritme perjalanan dan jalur alternatif yang hendak dilewati.


Seperti rute touring kali ini, jalur yang sebelumnya sudah direncanakan, saya rubah sekehendak hati demi mendapatkan pengalaman baru jalur alternatif yang tidak biasa dilewati. Perjalanan saya awali dari rumah di kawasan sekitar Bandara Abdurrahman saleh Malang melewati Bululawang – Dampit – Piket Nol – Pasirian – JLS – Kencong – finish di Pantai Papuma Jember. (Catatan; jika ingin nyaman sebaiknya tidak melalui JLS, tetapi melalui kota Lumajang).


Tipikal trek awal antara Malang hinga Dampit terbilang mudah dan lancar, baru setelah Dampit jalan mulai menyempit berkelok di sela lembah dan punggung bukit, kondisi seperti ini hingga Pasirian. Meskipun begitu, relatif masih mudah dilalui karena  kondisi aspal cukup mulus, hanya sedikit bergelombang dibeberapa tempat. Sedikit penghambat adalah mesti bersaing dengan deretan truk-truk pasir, yang bisa kita jumpai silih berganti di sepanjang jalur.



Selain jalan relatif masih mudah dan nyaman, sepanjang jalur juga disuguhi pemandangan alam yang mempesona. Terutama jika sudah mulai memasuki perbatasan Kabupaten Lumajang, tidak jauh dari sini jika sempat bisa mengunjungi Gua Tetes yang menawan. Sekitar 15 km berikutnya, kita akan sampai di kawasan wisata piket nol. Disini merupakan titik tertinggi jalur Malang – Lumajang dan jika beruntung sedang tidak berkabut, bisa menyaksikan keindahan Gunung Semeru disela-sela perbukitan.



Selanjutnya sekitar 4 km dari lokasi piket nol, kita akan menjumpai jembatan Gladak Perak yang melintang diatas Sungai Besuk Sat. Sungai Besuk Sat sendiri merupakan sungai yang menampung aliran lahar dari Gunung Semeru. Kawasan jembatan Gladak Perak sangat cocok untuk dijadikan tempat istirahat melepas penat. Bersantai  menikmati pemandangan alam lereng Gunung Semeru sambil menyeruput secangkir kopi ditemani tahu petis spesial khas Lumajang. Mak jleb masbroo..


Habis secangkir kopi dan dua biji tahu petis, lanjut bro..
Sebelum masuk kecamatan Pasirian, saya mengambil jalur alternatif melalui jalur lintas selatan atau JLS. Menurut informasi jalan JLS melewati pinggiran laut, jadi harapan saya nantinya akan mendapati pemandangan menarik selama perjalanan. Tanpa pikir panjang rute ini langsung saya libas. Awalnya jalur JLS sangat mulus sampai sekitar 8 km, tak disangka setelahnya kondisi jalan masih berupa makadam (bebatuan) tertutup pasir laut.  Jalan sangat sulit dilalui, karena beberapa bagian terdapat gundukan pasir laut yang cukup tebal, menyebabkan roda sepeda motor terpeleset, bahkan beberapakali hampir terpelanting hingga jatuh. Terpaksa jalur ini tetap dilalui, sebab sudah kepalang tanggung. Selama perjalan di jalan JLS hampir tidak bertemu pengendara lain, bahkan orang lewatpun jarang sekali ditemui. Beruntung berjumpa dengan seorang petani yang memberi informasi bahwa tidak seberapa jauh lagi akan sampai jalan aspal menuju pantai Bambang. Benar saja, meskipun tidak sedekat yang saya bayangkan, ketemu juga dengan jalan aspal.


Tidak jauh dari jalan aspal, ternyata benar ada pantai yang bisa disinggahi. Setelah singgah sebentar di panti Bambang, saya melanjutkan perjalanan masih melalui JLS. Menurut informasi penduduk, setelah pantai Bambang terdapat pantai Watu Pecak. Singkat cerita Pantai Watu Pecak juga saya singgahi sebentar.


Dari Pantai Watu Pecak, sekitar beberapa kilo meter kearah timur, saya menjumpai jembatan JLS yang eksotik, luar biasa. Jembatan ini sangat menarik karena panjangnya hingga setengah kilometer. Disisi lain pemandangannya juga menawan, dengan background hamparan laut selatan yang luas. Banyak wisatawan lokal yang berkunjung di tempat ini.


Selepas jembatan panjang, saya masih melanjutkan perjalanan melalui jalan JLS. Tetapi karena bosan dengan kondisi jalan yang masih berbatu dan semakin berdebu, saya putuskan mencari jalur alternatif lain. Atas petunjuk penduduk sekitar JLS, saya diarahkan melalui jalan tanah, yang merupakan jalur  truk-truk pengangkut pasir. Jalan luar biasa rusak dan berdebu, benar-benar menguji kesabaran.  Setelah berjuang bersaing dengan truk-truk pasir, sampai juga di jalan asapal. Jalan ini selanjutnya ke arah Kencong dan Jember, yang bisa dilalui dengan nyaman dan lancar. Singkatnya, sekitar satu jam kemudian akhirnya sampai di alun-alun Jember.


Di Jember sendiri, alun-alun bukan tujuan akhir, karena ada satu lokasi wisata yang sangat populer di Jember, yaitu Pantai Papuma. Pantai Papuma dari alun-alun Jember masih sekitar 40 km lagi.

Jika ditotal seluruh perjalan touring jarak dekat ini, dimulai  dari Malang hingga pantai papuma Jember, menempuh jarak 260 km menurut hitungan spidometer sepeda motor. Dengan lama waktu tempuh sekitar 9 jam, kok lama sob? Iya lah, kan sudah termasuk istirahat, ngopi, menikmati pemandangan, sedikit nyasar, cek google map dan bertanya ke orang.

Sumber: Lokasi
68 Komentar untuk "Single Touring; Malang-Jember via JLS Lumajang"

Touring yang menyenangkan banget pastinya, cuma kalo jalannya sendirian doang emang gak bete mas? :D

Oh yesss...pertamaxnya ta' gondol duluan ya :D

wah mas'e lagi pingin touring dewean ya mas, pantai tanjung papuma nya pemandangannya bagus ya :)

menempuh perjalanan sendirian siapa takut ya mas

Single touring? Apa ngga merasa kesal saat dalam perjalanan hanya sendirian tanpa di temani sang isteri? Hehe

jalanannya bagus ,,, enak tuk buat tour ,,, :D eh ... sy naksir gorengan ama kopi nya nih ,,, ;)

Malang Jember via Lumajang mirip Sumedang Jakarta via Puncak Pass deh mang, bergunung memperelok pandangan mata dan sejuknya touring nyantey kaya di panteynya deh ih

Touring sendiri lebih puas ya,,,, Tapi gak enak juga kalo sendirian, gak ada yg bisa gantiin kalau cape...

wiiihh pengalamannya kereennn gan dan kayaknya seru yah karena di sepanjang perjalanan di suguhi pemandangan yang indah sekalipun sempat ketemu ama jalan yang rusak :v

Bete nya nggak terasa mas :)

Monggo digondol pertamaknya..kbetulan pake premium :D

jalur jls itu mana sih sam?
nggak pernah tau soalnya,apa pertigaan candi puro yg kekiri tempeh(masuk kota lumajang)itu ikut kanan?

jembatan gladak perak masih tetep indah yosam

wah lagi-lagi saya gagal pertamax

salut dengan jiwa petualangnya Mas..!,..kalau sy Mas..!, gak berani jalan sendiri..!. tp syukurlah Mas..! selama perjalanan tidak ada kendala yg dialami..!.

sepertinya mau buat kopi jg inih..:)

wah jalannya mantab, pemandangannya spanjang jalannya itu lho...sipp

iyo mba.. :)
papuma keren banget

monggo mas fiu..langsung disantap ajah

pas banget..mirip
lengkap nyanteynya mang

nah itu mas, paling banyakin istirahat

wah kalau saya tahu pasti ikutan touringgak hehe,,,,sendiri juga nggak apa2 mas yang penting happy hehe

ke kiri boleh ke kanan boleh mas Yanto hahaha

itu kalau di tempat sayamah miri Tanjakan NAGREG tuh hahaha

ohh tahu petis lumajang. kayaknya asyik tuh. bedanya apa sama tahu semarang?

saya terkesan dengan pemandangannya, sepintas mirip jalanan di luar negeri. asyyik banget

nggak ahh, beda banget. enakan yang versi lumajang ini.

Saya belum pernah touring sendiri. Selama ini selalu rame rame, tapi bukan ikut club. jadi pengen touring sendiri. pasti beda sensasinya ya mas.. :)

Selamat pagi Mas Wong, Wah Mas Wong keren touring sendiripun jadi
Padahal kalau mau star nya ngomong ke kita kita, kan saya bisa ikut Mas
Alangkah indahnya ya Mas Bisa menikmati alam indonesia, dari beberapa
Tempat yang indah dan sejuk. maaf baru bisa mampir Mas agak sibuk dikit :)

Bapak dan Mas Diatas saya gagal pertamax disini gak apa apa ya.. tapi saya masih keren kan, karena masih bisa nikmatin pengalamanya Mas Wong, Touring sendiri. Keciri lagi gak punya gebetan ya Mas? hhhh salam nyengir dan ceria selalu :)

Wes awan aku baru masuk bloge sampean Mas Wong, cape gak ya Mas touring dengan rute yang lumayan jauh itu. Pengen ombe ora pean Mas?

Mengkin Mase, touring Dewean Rapopo yo Mas..? tapi aku raiso yo ngono lho Mas, yo pantese pean sambil mapah bojo, enak e Mase.. yo swes aku ngarep oleh olehe ae yo Mas? ojo lali :) hh

jalur lintas selatan khususnya di pasirian dan kencong memang bagus pemandangannya..
nanti kalau pulang lewat jalur utara akan lebih indah lagi mas, lewat situbondo dan jangan lupa mampir d rumah saya di probolinggo.. :)

yaahhh saya minta pertamaxnya donk gan :D

Hmmmm, ga asyik mas kalau sendirian. Kenapa ga ajak saya aja hehehehe.

Manteb banget ya kalau bisa seperti itu...
saya sibuk jarang ada waktu luang
jngan lpa back folllow yaa

Mau kemana Kang, kox asyik betul kayaknya tuh...

mang saud ngomong jawanya pals mang.;D

aku ga pernah touring touringan, apalagi sendiri, mau sih tapi takut kulit rusak hihi

saya memang paling senang sekali jika jalan-jalan, apalagi kalau rame-rame :D

ternyata Mas Crew ini senangnya Touring sendirian yah xixixi... gak takut nyasar gitu MAs .. ? ... tapi kayaknya seru :D

Kita Touring bareng yuk mas saud.!?? :D

nek merem melek jenenge opo mas zach?

wah ngerti ae mas saud

nek nggowo bojo ora iso plirak plirik mas :)

wah enakan banyak kesibukan

ok folbek mas

dibungkus plastik mba santika :)

kalo nyasar berarti dapet rute baru, jadi ada pngalaman baru :)

asyik boleh mampir, pasti mau disuguhin kopi :)

ntar dikabari kalo touring lagi :)

Silahkan komen dengan bijak dan sopan

Back To Top