Mengenang Zachflazz; Sang Penemu Tongsis

siapa zachflazz itu
Mas Zach, biasanya saya memanggil beliau saat komen di blognya atau balas komen di blog saya. Sedikit menulusuri perjalanan blogging saya, ternyata saya mulai mengenal mas Zach atau nama lengkapnya Zachroni Sampurno sejak tahun 2012 lalu. Bermula dari blogwalking dan saling komen di blog masing-masing.

Berkunjung ke blognya tidak hanya sekedar meninggalkan jejak komen, tapi benar-benar menyimak artikel yang diposting. Karena artikel beliau memiliki konten bermutu, yang banyak terinspirasi dari perjalanan hidupnya. Mas Zach biasanya mendeskripsikan dirinya sebagai Gareng, sebagai tokoh yang dimunculkan diposting artikelnya.

Salah satu artikel yang sering banget saya baca adalah kisah pendakiannya di Gunung Lawu, yang tersesat hingga seminggu bersama rekan-rekannya. Sayang, sudah tidak bisa membacanya lagi, dulu pernah saya save, tapi entah dimana menyimpannya. Nah, ada satu artikel lagi yang menjadi inspirasi tulisan saya, yaitu pendakian beliau ke Gunung Sindoro. Dari postingan tersebut saya baru tau, 
ternyata penemu TONGSIS pertama kali adalah Mas Zach,


siapa penemu tongsis
Saat Mas Zach menggunakan tongsis di tahun 1994

Tiga tahun mengenal mas Zach di dunia blogger, banyak hal yang menjadi inspirasi dan panutan bagi saya. Hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan. Semoga suatu saat bisa jumpa di dunia nyata, dengan penuh keakraban.

Berikut pesan pamit Mas Zach di kolom komentar blog saya dan di beberapa blog sahabat-sahabat bloger yang lain:




PAMIT

Menjalani hidup dengan mengalir itu sangat indah. Mengekspresikan buah pikiran dalam setiap kegiatan, seperti bertualang, bermusik, melukis, dan menulis adalah sebagian dari keindahan itu. Itu pula yang saya jalani dengan segenap keriangan dan keasyikan selama ini.

Berekspresi dalam berkata-kata dalam blog, pun sedemikian indahnya. Saya mendapatkan kebahagiaan, kebanggaan, dan teman-teman.

Tapi saya harus menunduk dan mengaku, bahwa kebanggaan yang saya rasakan itu kerap bergeser pada rasa ujub dan riya’. Hati saya mengakui itu. Sebuah sikap mental yang nista, yang belum bisa sepenuhnya saya hindarkan saat berkata-kata. Ada sekeping rasa bersalah dan tidak nyaman menyelinap di dada saya. Sebenarnya, sedikit saja. Sangat sedikit. Tapi Tuhan telah berfirman, sekecil apapun kesombongan, maka tidak berhak baginya surga. Saya takut kehilangan momentum untuk berubah.

Dan saya, dalam komitmen pada usia saya sekarang (saya sudah 40 sekarang), memutuskan untuk mengambil sikap. Adalah tentang keinginan untuk mulai menepi dari segenap kebanggaan, untuk sekedar menunduk, lalu memantapkan diri dalam menjalani sisa hidup.

Saya memutuskan, untuk mundur dari dunia blog.

Teman-teman, terima kasih atas segalanya. Kalian telah menjadi bagian yang sangat indah dari perjalanan hidup saya. Saya meminta maaf jika selama ini saya banyak berucap yang tidak semestinya, dan bergurau yang tidak pada tempatnya, Benar, saya tidak pernah bermaksud melukai hati teman-teman semua. Tidak ada secuil pun rasa benci, iri hati, dan dengki yang pernah saya rasakan dalam berkiprah di blog. Saya menyayangi teman-teman semua. Saya bangga pada teman-teman semua.

Tulisan ini saya tujukan kepada teman-teman semua, meski saya tidak bisa mengetuk blog teman-teman satu persatu. Titip salam buat semuanya.

Saya berdoa, semoga Allah selalu memberikan kasih sayang-Nya kepada teman-teman, kepada kita semua (kita selalu dalam komitmen saling mendukung dan saling mendoakan kan?)

---------------------
Saya tetap di sini.
Silakan, welcome setiap saat jika hendak bertandang kemari.
Alamat saya di Jalan Jambudipa No 9 RT 1 RW 7 Cilebut – Kabupaten Bogor.
Alamat kantor saya di Biro Hukum Kementerian Keuangan, Gedung Juanda I lantai 14, Jalan Wahidin Nomor 1, Jakarta Pusat. Silakan hubungi saya di ponsel 081316716844, atau di nomor kantor 3449230 Pesawat 6382, juga di email zachroni@gmail.com atau zachronisampurno@depkeu.go.id.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakatuh
Zachroni Sampurno
(dulu pemilik blog zachflazz)




Semoga momentum sobat undur diri dari dunia blog, untuk menjadi pribadi yang zuhud bisa terwujud, aamiin. 
Salam dari Mas Zach untuk sahabat-sahabat blogger semua
62 Komentar untuk "Mengenang Zachflazz; Sang Penemu Tongsis"

maaf saudara-saudara.... saya ambil PERTAMAX nya, mumpung masih pada tidur...

Nah iya, saya juga senang membaca cerita yg tersesat itu Kang, kalo gak salah yg ada 4 episode ya yg dlm postingannya, sampai akhirnya menemukan jalan pulang...

Sampai Jumpa lagi ya Bang Zach, semoga walau tidak aktif ngeblog juga, kalau pas lagi Online mau singgah ke Blog teman-teman sekedar untuk melepas Rindu dan bersilaturahmi kalau sedang tidak sibuk dan ada waktu tentunya. Saya juga mohon maaf ya Bang Zach, kalau selama ini ada salah kata, salah ucap, salah berkomentar, sendagurau yang kelewatan dan tidak disengaja membuat tidak berkenan di hati. Semoga di lain waktu bisa aktif kembali walau hanya sekedar menyapa. Saya juga mendoakan semoga tambah sukses, selalu dilancarkan rejekinya, Selalu diberi nikmat sehat seluruh keluarga dan apa yang menjadi cita-cita cepat terkabulkan.. Aamiin... Salam juga buat seluruh Keluarga ya Bang...

semoga itu keputusan terbaik buat mas Zach

Merasa kehilangan banget ya mas apalagi jika artkilel artikelnya menarik namun mau bagaimana lagi itu sudah pilahan beliau

Sampai jumpa lagi Mas Zach.....meskipun baru mengenal rasanya udah lama saling kenal....lewat blogging

merasa ada yang hilang ya mas :( aku sedih banget baca pesannya mas zachflazz semoga mas zach selalu ingat kita semua ya mas ..hehehe

Kalau saya lihat sejak beberapa bulan lalu blog mas zach sudah tidak mengijinkan komentar. Jadi ini alasannya. Semoga kita bisa semakin dekat kepada Allah dan terhindar dari sifat ujub.

kang zachflazz udahan ngeblog ya. saya belum sembpet berkunjung lagi ke blog nya. tetap semangat.

masak saya yg klimax lagi sih??

entar kalau nggak mau mengunjungi blog temen2 kita samperin rame2 ke cilebut ya

saya yakin kalau mas zach baca artikel ini bakal mewek

Salam kembali untuk mas zach yang menjadi sosok inspiratif bagi saya pribadi banyak hal postif yang di dapat dari beliau dan banyak keceriaan yang beliau tunjukkan di dunia pembloggeran :')

Saya malah belum punya Tongsis, berarti saya ketingalan jaman ya gan!

banyak sekali teman-teman yang kehilangan sosok akrab dan bijak seperti mas zach ini ya..

Kata-kata dan salam perpisahan yang benar-benar menyentuh dan mengetuk pintu hati. Setelah pensiun dari dunia bloggingpun tetap memberi kesempatan yang terbuka untuk berkunjung ketempat tinggal beliau di dunia nyata. Mas Zach memang sahabat yang sangat menyenangkan, inspiratif, dan berjiwa seni tinggi. Salam kenal buat Bung Zach, walau mungkin tidak kesampaian kepada beliau, titip salam juga ya sama mas Zach lewat kolom komentar ini.

sangat disayangkan dg mundurnya mas zachflazz dari dunia blogging ini sahabat blogger merasa kehilangan juga. tapi saran sedikit mungkin judulnya jangan mengenang kang kurang ngeeeh ditelinga hihi

Saya kebagian apa coba jadinya Mas heheheh

Sambil mengenang Mas Zach saya mampir di blog nya Mas Wong. ternyata bukan hanya blog nya Mas Yanto, di blog nya Mas Wong juga di di beri pesan ya Mas. Semoga Mas Zach baik baik saja.

Dan saya salah satu orang yang merasa kehilangan Mas Zach. Soalnya pas saya altif lagi di blog Mas Zach sudah pamit dari dunia Blog..

Boro boro Mas Zach yang baca nya Mas Yanto, wong saya yang baca nya aja sampe mules huhhukkkkk

Saya sependapat deh sama Mbak Wida :)

Yuk kita sama sama samperin Rumah nya Mas Zach yang di Bogor Mas Yan+Pak Eka..

Rad rasa teriris ya Mbak Ipah baca Pesan Pamitnya Mas Zach..

saya tidak tahu sama mas zach. namun bagi seorang blogger saya meminta salam saya kepadanya :)

semoga apa yang diinginkan mas zach tercapai .. amin..

hehe.. biasa, bahasa hiperbola aja

ok masukannya :)

sesama pecinta gunung sehati rupanya :)

kalo sekarang gunung yg pendek2 ajah

betul, soale lumayan lama kenal dan konsisten

berarti sahabat blogger merasakan hal yg sama

kaya ngiris bawang ya mas..

jangan2 mas Saud lagi mewek :)

tuh kamar mandinya belok kiri jalan terus mas :D

betul mas, sebenarnya dulu jg pernah begitu, cuma diaktifin lagi, lha kalo sekarang malah di hapus blognya

Semoga ini menjadi keputusan terbaik baik kang zachflazz. Walapun belia pamit dalam dunia blogging, jangan sampai tali silaturahim terputus ya kang,harus tetep terjaga :)

Mudah-mudahan bisa kembali ngeblog lagi, soalnya saya belum mengenal beliau..

Semoga kita bisa menghormati keputusannya mas, karena mas zach menilai blog dengan tema personal lebih dekat dengan sifat ujub, riya, dan sum'ah. Mungkin kedepannya beliau bisa berubah pikiran untuk ngeblog lagi dengan tema lain yang lebih bermanfaat, misalnya keuangan.

Gunung yg pendek gunung apa kang ? ....

itu mah dapur kang, bukan kamar mandi :D

Karena ngeblog kita bisa saling kenal dan berbagi, gua merasa nggak sia-sia ngeblog... ! Terima kasih untuk semua sahabat blogger di Indonesia, dan dimana pun berada !!! Sukses selalu hehe

waduh, saya baru tahu kalau mas Zachflazz mengundurkan diri dalam dunia blogging..

ikut mengucapkan semoga apa yang telah menjadi keputusan mundur dari dunia blogging menjadi keputusan yang paling tepat bagi dia. meski sebenarnya sangat sedih ditinggal teman blogger sehebat dia.

Kangen dengan celotehannya. Kemungkinan nanti aku juga ingin pamit jika sudah bosan ngeblog.

Dah aku ambil kopinya saja. Urang Bogor pamitan. Sepi jadinya.

Aku pengen dilukis buat header blogku. Belum kesampaian sudah pamitan.

kalo boleh tahu apa sih blognya mas zach ? penasaran jadinya, soalnya banyak yg ngucapin salam perpisahan dengan beliau.

sudah dihapus mas
dulu: zachflazz.blogspot.com

ikutan komen ya pak,

aah sedih pisan pak roni udah engga ngeblog lagi.. padahal salah satu yg bikin saya semangat ngeblog lagi juga pak roni, tapi gapapalah, goodbye pak roni, mohon maaf kalo ada salahsalah kata di blognya..

gak bisa ketemu di dunia maya tapi masih bisa ketemu di dunia nyata aja, wong pak roni kan bos saya.. hehehe

www.vitawirapraja.com

masih ingat juga saya sama mas zack dan saya juga banyak belajar kepada beliau, terutama kasih sayang kepada anaknya. sekarang mas zach sudah memilih jalannya dan mari kita doakan semoga beliau bisa berjalan dengan tenang dan bahagia, karena semua jalan yang dipilih tentu ada alasan yang mengantarkannya. sukses selalu buat mas zach dan salam sahabat selamanya.

Salam kenal, pak. Semoga bapak dapat menjadi inspirasi bagi kami blogger pemula (khususnya saya). Hehe

Wkwkwk tahun 90an udah pake tongsis! Super hitsss

Silahkan komen dengan bijak dan sopan

Back To Top