Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL

pendakian gunung lawu via cemoro sewu
Gunung Lawu terletak di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya berada diantara tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Magetan dan Ngawi Jawa Timur, serta Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Untuk mencapai puncak gunung dengan ketinggian 3265 mdpl ini, bisa melewati beberapa jalur pendakian, diantaranya via Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, Srambang dan Candi Cetho. Sedangkan untuk menuju base camp pendakian, sangatlah mudah dijangkau, karena tepat di pinggir jalan raya penghubung dua propinsi tersebut.


Pendakian gunung Lawu kali saya lakukan bersama 12 teman dari komunitas mka Indonesia, bertepatan dengan moment hari Sumpah Pemuda 2018. Peserta pendaki terdiri dari 10 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Rata-rata merupakan pendaki pemula atau baru pertama kali mendaki gunung, sebagian kecil lainnya pernah mendaki, tetapi sudah lama tidak melakukan pendakian. Seperti saya, terakhir mendaki ke Gunung Semeru medio tahun 2013. Selain pendaki pemula, kami umumnya juga sudah setengah baya, jadi harap maklum jika pendakian memakan waktu panjang dengan penuh perjuangan.

Rute pendakian berangkat melalui jalur Cemoro Sewu Magetan dan pulang via Jalur Cemoro Kandang Tawangmangu atau pendakian lintas propinsi (Jawa Timur – Jawa Tengah). Mengawali pendakian melalui Cemoro Sewu dengan pertimbangan jarak lebih dekat, rutenya jelas dan banyak fasilitas pendukung seperti warung, bahkan sempat bertemu “warung berjalan” di trek pendakian.  Cemoro Sewu merupakan favorite rute pendakian Gunung Lawu, terbukti selama perjalan sering bertemu rombongan pendaki di jalur ini.

Start pendakian dari Basecamp Cemoro Sewu ke Pos 1

trek pendakian gunung lawu
Trek pendakian masih cukup landai

Hari Sabtu 27 Oktober 2018, di basecamp Cemoro Sewu kami melakukan registrasi ke pihak pengelola dan persiapan pendakian (mengecek logistik). Setelah semuanya siap, kami start tepat pukul 11.00 WIB, dengan perkiraan estimasi waktu pendakian selama 7 jam hingga pos terakhir. Trek dari basecamp hingga pos 1 masih cukup landai, melewati jalan berbatu yang sudah tertata. Sepanjang sisi jalur banyak ditemui pohon-pohon cemara besar, menaungi jalan yang kita lewati. Rute ini relatif mudah untuk dilalui. Sekitar pukul 12.00 WIB kami sampai di pos 1 atau satu jam perjalanan dari basecamp. Di sekitar pos 1 masih ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman.

Pendakian dari Pos 1 ke Pos 2

jalur pendakian gunung lawu melalu cemoro sewu
Istirahat di Pos 1, terdapat warung disekitar area ini.

jalur pendakian gunung lawu
Pos 1 nampak dari trek diatasnya

Sekitar sepuluh menit kami istirahat melepas penat di pos 1, untuk selanjutnya menuju pos 2. Trek pendakian dari pos 1 ke pos 2 mulai menanjak dan beberapa bagian sedikit landai. Perjalanan di trek ini memakan waktu sekitar 2 jam dan tiba di pos 2 kurang lebih pukul 14.15 WIB.

jalur pendakian gunung lawu
Ada "warung berjalan" di trek ini

Pendakian dari Pos 2 ke Pos 3

jalur pendakian gunung lawu via cemorosewu
Pos 2 jalur pendakian Gunung Lawu

jalur pendakian gunung lawu
Trek pendakian setelah pos 2

Di pos 2 kami istirahat sekitar seperempat jam. Trek pendakian dari pos 2 ke pos 3 memiliki karakter tanjakan tidak jauh berbeda dengan trek sebelumnya, menanjak dan beberapa bagian sedikit landai. Pukul 16.15 WIB kami sampai di pos 3 atau memakan waktu hampir 2 jam perjalanan.

Pendakian dari Pos 3 ke Pos 4

jalur pendakian gunung lawu
Pos 3 jalur pendakian Gunung Lawu

jalur pendakian gunung lawu
Trek pendakian setelah pos 3 mulai menanjak

jalur pendakian gunung lawu
Cukup menguras tenaga, meski semangat muda

Di pos 3 kami cukup lama berhenti, terutama untuk untuk ishoma. Kebetulan di pos 3 terdapat bangunan dan lahan yang cukup luas. Sekitar setengah jam di pos 3, selanjutnya kami bergerak menuju ke pos 4. Kali ini treknya mulai benar-benar menanjak, tak terhitung berapa kali harus beristirahat. Meski tanjakannya cukup menguras tenaga, masih bisa terhibur dengan bonus panorama dari ketinggian. Seolah kita berjalan melintasi awan dibelakang kita. Bonus lainnya adalah sunset, yang sempat saya abadikan. Sampai di pos 4 hari sudah gelap, jam menunjukkan pukul 18.30 WIB. Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 juga hampir 2 jam.

sunset puncak gunung lawu
Panorama dari ketinggian di trek ini

sunset puncak gunung lawu
Sunset Gunung Lawu di trek pendakian

Pendakian dari Pos 4 ke Pos 5

Di pos 4 hanya sejenak saja berhenti, karena nyaris tidak ada tempat nyaman untuk leluasa beristirahat, terlebih jika jumlah rombongan banyak dan jalur sedang ramai. Kondisi yang sudah malam dengan hembusan hawa dingin, juga tidak mendukung berlama-lama berhenti, karena sangat mempengaruhi suhu tubuh kita. Dari pos 4 trek sedikit menanjak kemudian datar, bahkan menurun dan berikutnya landai saja. Di trek ini sebenarnya pemandangan malamnya sangat indah, di kejauhan nampak kerlap-kerlip lampu kota, sayangnya kamera HP saya tidak mampu maksimal menangkap panorama malam.

Trek ini meski tidak berat, kami berjalan berlahan karena salah seorang pendaki kakinya cedera, jadi harus berhati-hati dan beberapakali berhenti. Sekitar satu jam perjalanan akhirnya kami sampai di pos 5. Di pos 5 kami tidak berhenti, karena disini sudah sangat ramai dengan pendaki yang ngecamp. Perjalanan kami teruskan hingga Sendang Drajat dan tiba di tempat ini sekitar pukul 20.00 WIB. Jika ditotal lama waktu pendakian dari basecamp hingga Sendang Drajat sekitar 9 jam.

sendang drajat jalur pendakian gunung lawu
Warung mbok To, sekitar Sendang Drajat

Dekat sendang Drajat terdapat warung yaitu warung mbok To, yang tidak hanya menyediakan makanan, tetapi jugamenyiapkan semacam shelter untuk istirahat atau tidur pendaki. Saya dan beberapa pendaki yang sudah kelelahan memanfaatkan fasilitas ini, jadi tidak perlu repot mendirikan tenda. Tempatnya cukup nyaman, bisa menampung lebih dari 50 orang. Sudah disediakan tikar dengan dilapisi jerami dibawahnya. Kita cukup mengeluarkan sleepingbag dan jaket tebal untuk menahan dingin.

Numpang istirahat dan tidur di warung mbok To tidak dipungut biaya, kita cukup membeli makanan dan minuman disini. Harga makanan yang ditawarkan juga sangat terjangkau, satu porsi nasi pecel telur dadar (porsinya besar) ditambah satu gelas teh hangat hanya Rp. 18.000,- saja. Yang sedikit mahal air mineral, satu botol tanggung dihargai Rp. 12.000,- pokari Rp. 15.000,-, tapi kita maklumi karena butuh perjuangan untuk membawanya sampai dilokasi ini. Kalau saya bandingkan, jika ada yang mau membeli dengan uang 50ribu sisa setengah botol besar air  mineral yang saya bawa, tidak akan saya jual, hehe...memang sangat berharga air di tempat ini. Terlebih Sendang Drajat airnya juga sedang mengering, jadi harus mengandalkan air yang kita bawa atau beli yang disediakan warung.

puncak gunung lawu
Suasana malam di sekitar area Sendang Drajat
Nampak sisa purnama memancarkan cahaya.

Summit attack ke puncak Gunung lawu kami lanjutkan esok paginya, Hargo Dumilah sudah nampak dari sekitar warung mbok To. Perjalanan ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja. Saya lanjutkan pada catatan pendakian berikutnya, suwun.

Sumber:
Pendakian Hari Sumpah Pemuda 2018 di Gunung Lawu 3265 mdpl
36 Komentar untuk "Pendakian Gunung Lawu 3265 MDPL "

Mendaki gunung lawu
Menjadi keinginan hatiku
Apalagi memandangi hasilindah pendakianmu
Dihati semakin menggebu

Ternyata penjual makanan juga pendaki gunung yg tangguh juga ya,.....
Wah enak ya bisa makan nasi pecel dan telur di puncak gunung sambil menikmati view yg indah

Saya juga salut sama Mbok To, kalau barang dagangannya beliau sendiri yang bawa ke gunung. Keren.

Saya jadi penasaran dengan warung mbok To itu, sungguh kreatif, mengerti kekebutuhan orang. Dan pastinya laris manislah. Pos 4 nya kayak apa ya? kok sampai begitu ramainya.

Warungnya berkah Mbok TO. Itu gak ada es teh manis ya menunya, hahaha

Duuuuh, pendakian :D

Saya jadi penasaran untuk mendaki gunung gitu hehehe. Mau pendakian pertama ke Ranu Kumbolo, sudah nyiapin beberapa hal sama tiket Malang, tapi sadar kalau saat ini suda masuk musim hujan, jadi dicancel dulu mendakinya. Baru pendaki pemula, masih belum berani kalau musim hujan hehhe :D

momen melakukan pendakian ini kayaknya bisa nambah rasa keakraban juga, nih.

Di pos 4 gak bisa ishoma ya, pas magrib tuh, cuma bisa di pos tiga aja ishoma nya?
tapi tiap pos apakah ada musholanya?
di tunggu kelanjutannya loh..

Wahh unik juga ya, di pos 5 ada warung. Masok bahan-bahannya lumayan juga ya kayaknya ke atas.
jadi pengen naik gunung saya, cuma males nyiapin ini itu aja. Kalo ke gunung lawu, yaaa cuma bawahnya aja ke candi cetho. hehehe

Sudah lama seklai saya tak berkunjung ke blog ini ya kang!

Wah keren mendaki gunung Lawu, baru tahu kalau di pegunungan ada warung. Hebat warung mbok Ti ada di pos 4 bisa makan pecel di atas gunung pasti sensasinya beda.

3 ribuan meter...wow...
asik membaca kisahnya… mantap.
thank you for sharing

Kisahnya bikin penasaran buat mendaki, sambil icip-icip nasi pecel di warung mbok To ☺

Woww..tinggi juga gunungnya Mas, kalau saya mah belum pernah medaki gunung. Mas memang beruntung... :)

Dari dulu pengen naik gunung. Sejak kecil malahan. Semoga suatu saat terwujud :D.

saya ga kebayang ada menjual makanan disana. mereka benar2 luar biasa ya mas..

Waduh, itu pemandangan dari atas indahnya luar biasa :)) Beberapa hari lalu aku camping, lihat post ini kok jadi pengen coba daki gunung juga :)

disana gunung lawu
setia menunggu kehadiranmu :)

ada porter yang biasa bawa keperluan bahan makanan warung,
seru mas makan pesecel di puncak gunung

Jadi kangen ngetrip, dulu waktu SMA lumayan sering, sekarang mah cuman sibuk ngupil ckck

Wah saya selalu amaze klo ngebaca cerita pendakian, palagi klo misal ada ketemu cerita misteri hihi, tp ga ketemu yg gini gini ya mas

Oya,itu minuman nya jd dipatok mahal gitu y, iya lah secara cuma dia yg jual, piye to mbul hihi

Pos 3 ke Pos 4 memang bikin capek super lelah, mas. Nanjak teroooos :D

Bayangin malam hari bermalam di warung mbok To .. , itu pasti jadi berkesan banget.
Ditemani udara dingin mengigil sambil ngopi ..., wah indah banget suasananya.

wagelaseh, keren banget itu sunrise nyaaa!!

Kemampuan mendaki gunung tidak bisa ditentukan dari usia saja hahaha buktinya di pos ini. Semangat dan kebersamaan itu yang mengantar serombongan sampai ke puncak. Lha saya mana bisa mendaki-daki beginian lagi. Kalau jalannya datar, ituuuu baru saya mampu semampunya :D Semangat!

Waktu dulu 2015 sempat daki gunung marapi bukittinggi, banyak juga yg jualan, bukan cuman memikul jajanan, kadang juga ada yg udah tua gitu mas, pas ditanya, dia bilang udah belasan tahun naik-turun gunung.. salut sekali..

Btw gunung nya tinggi juga ya mas.. jadi kangen ini hehe

ah itu pemandangan sunset nya keren ya mas.. dan panoramnya juga keren

wah ga kebayang kalau daki gunung, capeknya...

Pengen juga mencoba rasanya mendaki, suka lihat foto-foto hasil mendaki, pemandangannya, lihat seru-seruannya...

Masih mendaki gunung lawu atau sudah pindah gunung lain
Pasti seru nya punya hobby mendaki

Aku selalu kepingin naik gunung begini. Tapi apa daya, fisikku gak mendukung. Aku skoliosis, jadi aku tidak diperbolehkan membawa tas berat di punggung. Karena skoliosis itu, nafasku mudah tersengal. Banyak yg berpikir aku menderita asma. Aku tidak menderita asma. Paru-paruku tertekan tulang, itu saja.

Daripada menyusahkan orang lain... :'(

Ya sudah, nggak apa-apa. Membaca tulisan dan melihat foto2 ini saja sudah membuatku senang.

Emang hampir semua pemandangan yg diambil dari gunung itu cantik cantik yah mas. Gue ngga ngerti ciptaan Allah tuh bener-bener sempurna. Sebenarnya gue juga pengen bisa mendaki gunung kayak yang mas lakuin bareng temen-temennya. Tapi masalahnya gue sering dilanda rasa takut gitu mas. Suka parnoan. Hehe.

Aku juga baru ngerti klo di tempat2 pendakian gitu ada warung berjalan. Lumayan membantu pendaki ya...karena nggak perlu terlalu banyak/bisa mengurangi bawa bahan makanan dr bawah

Sunsetnya keren ya itu mas, terus awannya juga keren, jadi berasa negeri di atas awan

Lintas pendakiannya, mantab bang. Aku juga dulu lintas pendakiannya meski penuh perjuangan memang

http://www.citracikopohotel.com/

Silahkan komen dengan bijak dan sopan

Back To Top